Social Connect adalah tempat terbaik untuk keluar dari zona nyaman dan upgrade diri.

Sebelum menjadi bagian dari Social Connect, mungkin aku hanya seorang anak yang ditinggal ayahnya, ditipu, serta diperlakukan kurang baik dengan keluarga ayahnya. Saat itu, aku merasa semua orang meninggalkan aku. Entah bagaimana ceritanya, aku hanya bisa meratapi nasibku yang ujung-ujungnya dihantui dengan perasaan keinginan untuk bunuh diri. Ya, aku adalah seorang suicidal thought survivor. Jika saat itu tidak ada pertolongan dari Allah, dukungan sosial dari ibuku, kakak-kakakku, dan juga temanku, seperti Mega, Rita, Farah dan Vika, mungkin aku tidak akan bisa berdiri sampai saat ini. Farah merupakan salah satu orang yang sering berdiskusi denganku saat itu tiba-tiba mengajakku untuk melakukan internship. Awalnya, aku sangat skeptis dan tidak terlalu tertarik, tetapi ia membujukku serta mengajariku untuk menata ulang profil Linkedin serta mencari internship yang bisa kami daftar. Dari sekian banyak program internship saat itu, entah mengapa Farah tertuju pada Social Connect dan mengajakku untuk melakukan internship di komunitas tersebut. Jujur, saat itu aku tidak terlalu tertarik, tetapi juga kepikiran hingga akhirnya aku mencoba untuk mendaftar pada tenggat hari terakhir open recruitment dibuka. Alhamdulillah semua berjalan lancar dan aku akhirnya diterima di keluarga Divisi Campaign Designer.
Saat welcome party, aku merasa sedikit canggung karena aku sudah lama tidak bersosialisasi dengan orang baru karena aku cukup menutup diri. Setelah beberapa pertemuan berlangsung, aku merasa sangat nyaman pada divisi ini. Semua orang di dalamnya satu sama lain mendukung. Saat itu Kak Rani yang menjadi lead-nya dan Fadil, juga Kak Dea sebagai Lead Associate. Selain itu juga aku ditemani oleh teman-teman seperjuanganku tentunya ada Farah, Veve, dan Kika. Mengenal mereka membuat aku bisa melupakan kesedihan yang selama ini aku rasakan. Dengan dipertemukan beberapa kesibukan pada Social Connect juga mampu membuat aku bisa mengalihkan suicidal thought yang beberapa bulan terakhir sebelum bergabung di sini itu sangat menghantui aku. Mereka berenam merupakan orang-orang yang sangat ramah dan peduli satu sama lain. Aku dapat merasakan ketulusannya bahkan sampai saat ini. Meskipun beberapa dari kami ada yang sudah graduate, tetapi kita masih saling berkomunikasi dengan baik <3.
ReferensiLavenia Amalia Putri atau yang biasa dipanggil Laven merupakan seorang mahasiswi psikologi, dan juga business woman. Keinginannya untuk memberikan edukasi terkait kesehatan mental dapat ia alirkan ketika ia memulai magang di suatu komunitas bernama Social Connect. Ketika memulai internship, ia sedikit takut karena memiliki mindset buruk tersendiri mengenai internship. Nyatanya, perjalanannya selama beberapa bulan bersama Social Connect mempertemukan dirinya dengan beberapa teman yang ternyata sefrekuensi dan mengubah mindset-nya terkait kejamnya program internship.
Social Connect adalah tempat terbaik untuk keluar dari zona nyaman dan upgrade diri.
Pertama kali mendapatkan informasi perihal Social Connect Internship itu melalui media sosial.
Menjadi bagian dari keluarga Social Connect, mungkin tidak pernah terlintas dalam benak saya
